Pemrograman Non Prosedural

23 10 2008

Pemrograman Non Prosedural

Pemrograman Non Prosedural biasanya berhubungan dengan Pemrograman Fungsional.

Paradigma pemrograman Fungsional
· Didasari oleh konsep pemetaan dan fungsi pada matematika.
· Fungsi dapat berbentuk sebagai fungsi ‘primitif’ atau komposisi dari fungsi lain
yang terdefinisi.
· Pemrogram mengasumsikan bahwa ada fungsi dasar yang dapat dilakukan.
Penyelesaian masalah didasari atas aplikasi dari fungsi-fungsi tersebut. Dasar
pemecahan persoalan adalah transformasional.
· Semua kelakuan program adalah suatu rantai transformasi dari sebuah keadaan
awal menuju ke suatu rantai keadaan akhir, melalui keadaan antara, melalui suatu
aplikasi fungsi.
· Paradigma ini tidak mempersoalkan memorisasi dan struktur data, tidak ada
pemilahan antara data dan program, tidak ada lagi pengertian tentang ‘variabel’.
· Pemrogram tidak perlu lagi mengetahui bagaimana mesin mengeksekusi atau
bagaimana informasi disimpan dalam memori. Adapun yang menjadi perhatian
adalah keadaan awal dan akhir saja.

PEMROGRAMAN FUNGSIONAL
· Paradigma pemrograman fungsional didasari oleh konsep pemetaan dan fungsi pada
matematika. Fungsi dapat berbentuk:
• fungsi primitif/dasar, atau
• komposisi dari fungsi-fungsi lain yang telah terdefinisi.
· Pemrogram mengasumsikan bahwa sudah terdefinisi fungsi dasar. Dari komposisi
fungsi dasar tersebut dapat dibentuk fungsi baru. Penyelesaian masalah didasari atas
aplikasi dari fungsi-fungsi tersebut. Jadi dasar pemecahan persoalan adalah
transformasional. Semua kelakuan program adalah suatu rantai transformasi dari
sebuah keadaan awal menuju ke suatu rantai keadaan akhir, yang mungkin melalui
keadaan antara, melalui aplikasi fungsi.
· Paradigma fungsional tidak lagi mempernasalahkan memorisasi dan struktur data,
tidak ada pemilahan antara data dan program, tidak ada lagi pengertian tentang
“variabel”. Pemrogram tidak perlu lagi mengetahui bagaimana mesin mengeksekusi
atau bagaimana informasi disimpan dalam memori, setiap fungsi adalah “kotak
hitam”, yang menjadi perhatiannya hanya keadaan awal dan akhir. Dengan merakit
kotak hitam ini, pemrogram akan menghasilkan program besar.
· Berlainan sekali dengan paradigma prosedural, program fungsional harus diolah lebih
dari program prosedural (oleh pemroses bahasanya), karena itu salah satu keberatan
adalah kinerja dan efisiensinya. Karena itu, dalam bahasa pemrograman fungsional,
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com

program adalah fungsi hasil komposisi dari fungsi-fungsi lain, apakah fungsi itu dasar
atau hasil komposisi dari fungsi dasar. Bahasa pemrograman fungsional memperoleh
hasil dengan cara mengaplikasikan fungsi terhadap argumen atau parameternya, yang
juga dapat berupa fungsi.
· Bahasa pemrograman fungsional menonjol dalam kemampuan struktur datanya.
Karena bahasa ini tidak dibatasi oleh variabel yang berasosiasi dengan lokasi memori,
maka sebuah struktur data cukup ditangani sebagai sebuah nilai.
· Bahasa pemrograman fungsional tertua adalah LISP. Dan hanya bahasa inilah yang
dalam perkembangannya juga digunakan secara komersial. Sehingga penggunaannya
meluas.

NOTASI FUNGSIONAL
· Program adalah model solusi persoalan informatik, berisi kumpulan informasi penting
yang mewakili persoalan.
· Dalam konteks fungsional, program digambarkan dalam : himpunan nilai type,
dengan nilainya adalah konstanta.
· Fungsi di sini merupakan asosiasi antara 2 type yaitu domain dan range.
· Domain range dapat berupa : type dasar dan type terkomposisi (bentukan).
· Penulisan suatu program fungsional, dipakai bahasa ekspresi à tiga macam bentuk
komposisi ekspresi adalah ekspresi fungsional dasar, konditional dan rekursif.
· Pemrograman fungsional didasari atas analisa top down. Analisa top down dalam
pemrograman fungsional: Problema, Spesifikasi dan Dekomposisi .
· Fungsi pada analisa topdown adalah strukturisasi teks. Sebuah fungsi mewakili
sebuah tingkatan abstraksi.
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com

Konstruksi Program Fungsional
· Definisi Fungsi : Menentukan nama dan mendefinisikan domain dan range dari
fungsi.
· Spesifikasi fungsi : menentukan “arti” dari fungsi.
Contoh : Fungsi bernama Pangkat3(x) artinya menghitung pangkat tiga x seperti pada
umumnya.
· Realisasi fungsi : mengasosiasikan pada nama fungsi, sebuah ekspresi fungsional
dengan parameter formal yang cocok.
Contoh : mengasosiasikan pada Pangkat Tiga: a*a*a atau a3 dengan a adalah nama
parameter formal. Parameter formal fungsi adalah nama yang dipilih untuk
mengasosiasikan domain dan range.
· Aplikasi fungsi : memakai fungsi dalam ekspresi, yaitu dengan menggantikan semua
nama parameter formal dengan nilai. Dengan aplikasi fungsi, akan dievaluasi ekspresi
fungsional.
Contoh : Pangkat Tiga (2) + Pangkat Tiga(3).
Argumen pada saat dilakukan aplikasi fungsi disebut parameter actual.
· Notasi untuk menuliskan program fungsional disebut dengan notasi fungsional,
dimana terdiri dari empat bagian sesuai dengan tahapan pemrograman.
Contoh generic(template) teks program dalam notasi fungsional.

(Thank’s to Taufik Kurniawan bwt bahannya ^_^)

(Tulisan ini bwt memenuhi salah satu tugas MT Kul Pemograman Non Procedural)





Pengantar Sistem Pakar

20 10 2008

PENGANTAR SISTEM PAKAR

1. PENDAHULUAN
Sistem Pakar (Expert System) merupakan suatu sistem yang menggunakan pengetahuan manusia dalam komputer untuk memecahkan masalah yang biasanya dikerjakan oleh seorang pakar, misalnya : Dokter, Lawyer, Analist Keuangan, Tax Advisor. Sistem pakar dapat mendorong perhatian besar diantara ahli komputer dan spesialist informasi untuk mengembangkan sistem membantu manajer dan non manajer memecahkan masalah.
Sistem pakar terdiri atas 4 bagian:
1. User Interface
2. Knowledge Base
3. Inference Engine
4. Development Engine

Sistem Pakar memberikan banyak keuntungan bagi operasi perusahaan dan manajer, tetapi memiliki keterbatasan significan.
Artificial Intelligence merupakan suatu aktivitas untuk menyediakan berbagai mesin seperti komputer dengan menampilkan perilaku dengan penalaran yang cerdas apabila diamati sebagai manusia. Artificial Intelligence menyajikan berbagai aplikasi komputer yang canggih untuk menyamai berbagai jenis penalaran manusia.
Sejarah Artificial Intelligence
• John McCarty
• Logic Theorist
• General Problem Solver (GPS)
Bidang Artificial Intelligence
1. Jaringan Syaraf (Neural Network)
2. Sistem Persepsi (Perceptive System)
3. Belajar (Learning)
4. Robot (Robotics)
5.Perangkat Keras Ai (Artificial Intelligence)
6.Pemrosesan Bahasa Alamiah (Natural Language Processing)

2. JENIS-JENIS SISTEM PAKAR
• Interpretasi : Menghasilkan deskripsi situasi berdasarkan data sensor.
• Prediksi : Memperkirakan akibat yang mungkin dari situasi yang diberikan.
• Diagnosis : Menyimpulkan kesalahan sistem berdasarkan gejala (symptoms).
• Disain : Menyusun objek-objek berdasarkan kendala.
• Planning : Merencanakan tindakan
• Monitoring : Membandingkan hasil pengamatan dengan proses perencanaan.
• Debugging : Menentukan penyelesaian dari kesalahan sistem.
• Reparasi : Melaksanakan rencana perbaikan.
• Instruction : Diagnosis, debugging, dan reparasi kelakuan pelajar.
• Control : Diagnosis, debugging, dan reparasi kelakuan sistem.

3. KOMPONEN SISTEM PAKAR
3.1. User Interface
User interface digunakan manajer untuk meng-enter instruksi dan informasi dari sistem.
Metode input yang digunakan oleh manajer yaitu:
• Menu
• Command
• Natural Language
• Output ES memakai 2 bentuk penjelasan (explanation) :
• Explanation of Question
• Explanation of Problem Solution

3.2. Knowledge Base (KB)
Knowledge base terdiri dari fakta yang menggambarkan area problem atau problem domain dan juga teknik penyajian yang menggunakan fakta sesuai logika.
Rule/aturan merupakan rincian dalam situasi yang tidak berubah:
• Kondisi benar dan tidak benar
• Tindakan yang diambil bila kondisi benar

3.3. Interface Engine
Inference Engine merupakan bagian dari Expert System yang membentuk Reasoning dengan menggunakan isi dari knowledge base dalam urutan tertentu.
Dua metode yang digunakan dalam Expert System untuk mengamati Rule, yaitu:
a. Penalaran ke depan (Forward) atau Forward Chaining
- Evaluasi Rule
- Proses Penalaran Berulang (Iterative Reasoning)

b. Penalaran ke Belakang (Revierse) atau Backward Chaining.
- Alur Logika Pertama diikuti (First Logical Path)
- Alur Logika Selanjutnya diikuti (Next Logical Path)

3.4. Development Engine
Development Engine membangun Rule Set dengan pendekatan :
1. Bahasa Pemrograman (Programming Language).
2. Bagian Expert System (Expert System Shell)

Peran Sistem Analist sebagai Knowledge Engineer dalam organisasi bisnis dengan menggunakan keterampilan untuk membangun aplikasi komputer yang konvesional, yaitu :
• Memahami bagaimana Expert menerapkan keahliannya dalam pemecahan masalah.
• Dapat menarik suatu Description Of Knowledge dari Expert.

Proses Pengembangan Sistem
• Permulaan proses pengembangan
• Prototype pengembangan Expert System
• Partisipasi User
• Pemeliharaan Expert System

4. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN EXPERT SYSTEM
Keuntungan Expert System untuk manajer.
1. Menyajikan lebih banyak alternatif.
2. Menerapkan logika tingkat tinggi
3. Menyediakan waktu banyak untuk evaluasi hasil keputusan.
4. Memberikan solusi yang lebih konsisten
5. Membuat seorang awam bekerja seperti layaknya seorang pakar;
6. Menyederhanakan pekerjaan dan meningkatnya efisiensi kerja;
7. Meningkatnya kualitas pekerjaan;
8. Meningkatnya produktifitas sehingga meningkat pula performance perusahaan;
9. Merupakan arsip yang terpercaya sehingga seolah-olah langsung konsultasi dengan pakar (meskipun sang pakar telah tiada).
11. Memperluas jangkauan.

Keuntungan Expert System untuk perusahaan.
1. Meningkatkan performance perusahaan.
2. Memelihara pengendalian terhadap knowledge perusahaan.

Kerugian Expert System
Dua karakteristik Expert System membatasi kemampuan peralatan untuk memecahkan masalah bisnis, yaitu :
1. E.S. tidak dapat menangani inkonsistesi knowledge.
2. E.S. tidak dapat menerapkan judgement dan instuisi sebagai suatu bahan penting untuk pemecahan masalah.

Bottom Line
Hambatan terbesar untuk menerapkan Expert System kedalam bisnis adalah struktur masalah.

5. PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGGUNAKAN
EXPERT SYSTEM.
Faktor dan kondisi yang mempengaruhi terdiri atas :
5.1. Alasan Umum
Programming Konvensional (Algoritma) tidak memuaskan.
Adanya Expert yang dapat memecahkan masalah.
Para pakar tidak selalu tersedia.
Tidak ada alternatif solusi yang tersedia pada suatu saat.
Kelengkapan sistem lebih disesuaikan pengeluaran.
Pemilihan problem domain menyajikan kombinasi terbaik.
5.2. Problem Domain
Problem Domain ditandai oleh penggunaan Expert Knowledge, Judgement dan pengalaman.
Formal Knowledge tersedia pasti dalam bentuk buku.
Domain lebih stabil dan Expert System akan menyediakan kebutuhan jangka panjang.
5.3. Domain Task.
Task tidak terlalu mudah dan juga tidak terlalu sulit.
Task mensyaratkan Primarily Symbolic Reasoning.
Task mensyaratkan penggunaan Heuristic.
Task tidak mensyaratkan knowledge dari bidang yang luas.
Task harus jelas terdefinisi
Sejumlah knowledge mensyaratkan dengan task yang cukup luas menggunakan knowledge base.
Sejumlah konsep Important Task tidak lebih dari seratus.
Ketrampilan Task dapat diajarkan kepada pemula.
5.4. Domain Personnel.
Merupakan dukungan manajemen yang kuat.
Potential User memiliki harapan realistik
Hasil bukan merupakan Politically Sensitive.
Sistem menggunakan prosedur standar secara minimal.
5.5. Expert.
Memiliki Expert yang kualified dan menepati waktu.
Expert harus terpercaya.
Expert harus kooperatif dan komunikatif.
Expert dapat menyediakan lebih banyak Expertise.
Apabila banyak Expertise harus The Right Answer.
Salah satu harus sebagai Chief Expertise.
5.6. Sistem Analist
Sistem Analist harus telah memahami problem domain atau dapat mempelajarinya.
Sistem Analist dapat menarik Expert Knowledge.

6. BEBERAPA APLIKASI SISTEM PAKAR
a. ADVER
atau Advertising adalah sebuah prototipe ES digunakan untuk menggunakan strategi media periklanan yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan dengan parameter biaya iklan per seribu pemirsa.

b. BERT
atau Brickwork expERT adalah sebuah ES untuk disain bangunan. BERT digunakan untuk memeriksa sebuah disain bangunan, kemudian memberikan beberapa rekomendasi untuk perbaikan. Inputnya bisa dalam bentuk gambar.

c. DELTA
adalah ES untuk mendiagnosa kerusakan pada mesin-mesin Diesel Electric Locomotive.

d. DENDRAL
Sistem pakar untuk analisis struktur molekul suatu senyawa yang belum diketahui. Senyawa yang belum diketahui tersebut dianalisis dengan menggunakan “mass spectrometer” dan “nuclear magnetic reconancy equipment”. Data hasil analisis tersebut dimasukkan ke DENDRAL yang akan membuat struktur molekulnya.

e. MYCIN
Adalah ES untuk mendiagnosa infeksi akibat bakteri dan menyarankan jenis obat dan dosisnya untuk penyembuhan.

f. OPERA
atau OPERator Advisor yang digunakan untuk mendiagnosa dan menangani kerusakan pada suatu jaringan komputer.
OPERA dijalankan pada malam hari untuk menggantikan Supervisor System Manager.

g. PROSPECTOR
untuk membantu menemukan lokasi yang mengandung bahan tambang. Basis pengetahuannya berisi kaidah berdasar data empiris dan taksonomi beberapa jenis mineral dan batu-batuan. Untuk mengetahui apakah suatu daerah mengandung bahan tambang , lebih dahulu dilakukan survey keadaan geologi dan pengambilan contoh tanah dan batu-batuan. Berdasarkan data hasil survey tsb akan diberikan rekomendasi apakah daerah tsb layak untuk dieksplorasi dan akan diputuskan apakah akan dilakukan penggalian atau tidak.

h. HEATINGS
Untuk pengontrolan proses pembakaran batubara secara terus menerus dengan menggunakan sensor yang dihubungkan ke komputer. Bila terjadi kerusakan yang menimbulkan bahaya (peralatan & manusia) dapat dengan mudah mengetahui dan memberikan pemecahannya. Misal, bila bila HEATINGS mendeteksi kadar CO melewati ambang batas akan terdengar bunyi alarm dan menyuruh membuka ventilasi.

i. SHEARER
Untuk mendiagnosa kerusakan mesin pemotong batubara tipe AM500.
Pada pertambangan batubara, batubara dipotong dgn menggunakan alat pemotong à Shearer (sangat mahal, terdiri dari : sistem mekanik, hidrolik, dan elektrik), kemampuannya sekitar 300 ton batubara per jam. SHEARER dapat siaga 24 jam penuh dan cepat melakukan diagnosa kerusakan (hidrolik, mekanik, dan elektrik).

j. MSUV-VIS
Untuk melakukan analisis multi komponen bahan aktif obat flu dalam berbagai macam pelarut, pada industri farmasi. Selain itu sistem tersebut dapat digunakan untuk penetapan kadar (pk) campuran senyawa-senyawa lain dengan syarat spektranya tumpang tindih yang aditif.

7. IKHTISAR
Sistem Pakar (Expert System) merupakan suatu sistem yang menggunakan pengetahuan manusia dalam komputer untuk memecahkan masalah yang biasanya dikerjakan oleh seorang pakar. Sistem pakar dapat mendorong perhatian besar diantara ahli komputer dan spesialist informasi untuk mengembangkan sistem membantu manajer dan non manajer memecahkan masalah.
Sistem pakar terdiri atas 4 bagian, yaitu User Interface, Knowledge Base, Inference Engine, dan Development Engine.
Adapun jenis-jenis dari Sistem Pakar yaitu Interpretasi, Prediksi, Diagnosis, Disain, • Planning, Monitoring, Debugging, Reparasi, Instruction, dan Control.
Pengambilan Keputusan menggunakan Expert System dipengaruhi oleh beberapa factor dan kondisi yang terdiri atas Alasan Umum, Problem Domain, Domain Task, Domain Personnel, Expert, dan Sistem Analist.

diambil dari berbagai sumber.





Tugas SOT

25 06 2008

IEEE 802.3

IEEE 802.3 adalah sebuah kumpulan standar IEEE yang mendefinisikan lapisan fisik dan sublapisan media access control dari lapisan data-link dari standar Ethernet berkabel. IEEE 802.3 mayoritas merupakan teknologi Local Area Network (LAN), tapi beberapa di antaranya adalah teknologi Wide Area Network (WAN).

IEEE 802.3 juga merupakan sebuah teknologi yang mendukung arsitektur jaringan IEEE 802.1.


//<![CDATA[
if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "tampilkan"; var tocHideText = "sembunyikan"; showTocToggle(); }
//]]>
DIX Ethernet dan IEEE 802.3

Spesifikasi Ethernet yang asli (yang disebut sebagai “Experimental Ethernet“) dikembangkan oleh Robert Metcalfe pada tahun 1972 dan dipatenkan pada tahun 1978 dan dibuat berbasiskan bagian dari protokol nirkabel ALOHAnet. Memang, Experimental Ethernet sudah tidak digunakan lagi saat ini, tapi dapat dianggap sebagai protokol Ethernet oleh sebagian kalangan. Ethernet yang dikenal sekarang yang digunakan di luar Xerox adalah DIX Ethernet. Tetapi, karena DIX Ethernet juga dikembangkan dari Experimental Ethernet, dan semakin banyak standar yang juga dikembangkan berbasiskan teknologi DIX Ethernet, komunitas teknis telah menganggap bahwa semuanya adalah Ethernet. Karenanya, penggunaan istilah Ethernet juga dapat digunakan untuk menyebutkan semua jaringan yang menggunakan fungsi dan media yang telah distandarisasi sebagai berikut:

Standar Ethernet

Tahun/tgl

Keterangan

Experimental Ethernet

1972

Protokol Ethernet yang pertama, yang mampu mentransmisikan data melalui kabel koaksial dan topologi bus dengan kecepatan 2,94 megabit per detik.

Ethernet II (DIX 2.0)

1982

Protokol Ethernet hasil pengembangan selanjutnya, yang mampu mentransmisikan data melalui kabel koaksial tipis (thinnet), dengan kecepatan 10 megabit per detik. Pada standar ini juga diperkenalkan field EtherType. Format frame ini juga yang digunakan oleh protokol-protokol di dalam protokol Internet (TCP/IP).

IEEE 802.3

1983

Protokol Ethernet standar 10BASE5 yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 10 Megabit per detik melalui kabel koaksial tebal (thicknet). Protokol ini sama seperti halnya DIX, kecuali pada field EtherType diganti oleh Length, dan sebuah header IEEE 802.2 yang menyertai header IEEE 802.3. Lebih jelasnya lihat di bagian bawah.

IEEE 802.3a

1985

Protokol Ethernet standar 10BASE2 yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 10 Megabit per detik melalui kabel koaksial tipis (thinnet).

IEEE 802.3b

1985

10Broad36

IEEE 802.3c

1985

Spesifikasi repeater jaringan dengan kecepatan 10 megabit per detik.

IEEE 802.3d

1987

Fiber-Optic Inter-Repeater Link (FOIRL)

IEEE 802.3e

1987

10Base5 atau StarLAN

IEEE 802.3i

1990

Standar Ethernet 10BaseT, yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 10 megabit per detik melalui kabel tembaga yang dipilin (twisted pair).

IEEE 802.3j

1993

Standar Ethernet 10BaseF, yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 10 megabit per detik melalui kabel serat optik (Fiber-optic).

IEEE 802.3u

1995

Standar Fast Ethernet 100BaseTX, 100BaseT4, 100BaseFX, yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 100 megabit per detik melalui kabel tembaga yang dipilin (twisted pair) dan juga menawarkan fungsi autonegotiation.

IEEE 802.3x

1997

Full duplex dan flow control

IEEE 802.3y

1998

Standar Fast Ethernet 100BaseT2, yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 100 megabit per detik melalui kabel tembaga yang dipilin (twisted pair) kualitas rendah.

IEEE 802.3z

1998

Standar Gigabit Ethernet 1000Base-X, yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 1000 megabit per detik (1 gigabit per detik) melalui kabel serat optik (fiber-optic).

IEEE 802.3-1998

1998

Revisi standar dasar yang menggabungkan semua amandemen dan ralat di atas.

IEEE 802.3ab

1999

Standar Gigabit Ethernet 1000BaseT, yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 1000 megabit per detik (1 gigabit) melalui kabel tembaga yang dipilin (twisted pair).

IEEE 802.3ac

1998

Ukuran frame maksimum diperluas hingga 1522 byte (untuk mengizinkan “Q-tag”). Q-tag mencakup informasi Virtual Local Area Network (VLAN) IEEE 802.1Q dan informasi prioritas IEEE 802.1p.

IEEE 802.3ad

2000

Link aggregation untuk saluran-saluran paralel.

IEEE 802.3-2002

2002

Sebuah revisi yang menggabungkan tiga amandemen terakhir dan ralat.

IEEE 802.3ae

2003

Standar 10 Gigabit Ethernet 10GBase-SR,10GBase-LR, 10GBase-ER, 10GBase-SW, 10GBase-LW, dan 10GBase-EW yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 10000 megabit per detik (10 gigabit).

IEEE 802.3af

2003

Power over Ethernet (PoE)

802.3ah

2004

Ethernet in the First Mile

IEEE 802.3ak

2004

Standar 10 Gigabit Ethernet 10GBase-CX4, yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 10000 megabit per detik (10 gigabit) melalui kabel twin-axial.

IEEE 802.3-2005

2005

Revisi standar dasar yang menggabungkan empat amandemen dan ralat di atas.

Format Frame IEEE 802.3

IEEE 802.3 adalah sebuah format frame yang merupakan hasil penggabungan dari spesifikasi IEEE 802.2 dan IEEE 802.3, dan terdiri atas header dan trailer IEEE 802.3 dan sebuah header IEEE 802.2.

Struktur data

Struktur data sebuah frame IEEE 802.3

Sebuah frame IEEE 802.3 terdiri atas beberapa field sebagai berikut:

  • Header IEEE 802.3:
    • Preamble
    • Start Delimiter
    • Destination Address
    • Source Address
    • Length
  • Header IEEE 802.2 Logical Link Control:
    • Destination Service Access Point (DSAP)
    • Source Service Access Point (SSAP)
    • Control
  • Payload
  • Trailer IEEE 802.3:
    • Frame Check Sequence (FCS)

Preamble

Field Preamble adalah sebuah field berukuran 7 byte yang terdiri atas beberapa bit angka 0 dan 1 yang dapat melakukan sinkronisasi dengan perangkat penerima. Setiap byte dalam field ini berisi 10101010.Start Delimiter

Field Start Delimiter adalah sebuah field berukuran 1 byte yang terdiri atas urutan bit 10101011, yang mengindikasikan permulaan frame Ethernet yang bersangkutan. Kombinasi antara field Preamble dalam IEEE 802.3 dan Start Delimiter adalah sama dengan field Preamble dalam Ethernet II, baik itu ukurannya maupun urutan bit yang dikandungnya.

Destination Address

Field Destination Address adalah field berukuran 6 byte yang sama dengan field Destination Address dalam Ethernet II, kecuali dalam IEEE 802.3 mengizinkan ukuran alamat 6 byte dan juga 2 byte. Meskipun demikian, alamat 2 byte tidak sering digunakan.

Source Address

Field Source Address adalah field berukuran 6 byte yang sama dengan field Source Address dalam Ethernet II, kecuali dalam IEEE 802.3 mengizinkan ukuran alamat 6 byte dan juga 2 byte. Meskipun demikian, alamat 2 byte tidak sering digunakan.

Length

Field Length adalah sebuah field yang berukuran 2 byte yang mengindikasikan jumlah byte dimulai dari byte pertama dalam header LLC hingga byte terakhir field Payload. Field ini tidak memasukkan header IEEE 802.3 atau field Frame Check Sequence. Ukuran minimumnya adalah 46 (0x002E), dan nilai maksimumnya adalah 1500 (0x05DC).

Destination Service Access Point

Field Destination Service Access Point (DSAP) adalah sebuah field berukuran 1 byte yang mengindikasikan protokol lapisan tinggi yang digunakan oleh frame pada node tujuan. Field ini adalah salah satu dari field-field IEEE 802.2 Logical Link Control (LLC). Field ini bertindak sebagai tanda pengenal protokol (protocol identifier) yang digunakan di dalam format frame IEEE 802.3. Nilai-nilainya ditetapkan oleh IANA.

Source Service Access Point

Field Source Service Access Point (SSAP) adalah sebuah field berukuran 1 byte yang mengindikasikan protokol lapisan tinggi yang digunakan oleh frame pada node sumber. Field ini adalah salah satu dari field-field IEEE 802.2 Logical Link Control (LLC). Field ini bertindak sebagai tanda pengenal protokol (protocol identifier) yang digunakan di dalam format frame IEEE 802.3. Nilai-nilainya ditetapkan oleh IANA.





Bakti Sosial Mapala STT-Garut

21 06 2008

TUJUAN KEGIATAN

Adapun maksud dan tujuan yang kami harapkan dengan diadakannya DONOR DARAH DAN BAKTI SOSIAL MAPALA STT-Garut adalah :

- Meningkatkan kemampuan organisasi setiap anggota Mapala STT-Garut

- Memperkenalkan Mapala STT-Garut kepada khalayak luas.

- Meningkatkan koordinasi dan rasa persaudaraan yang baik di antara generasi muda serta mengarahkan dan menyalurkan segala potensi yang ada pada generasi muda ke arah kegiatan-kegiatan yang positif.

- Dalam usaha meningkatkan kreativitas serta pengembangan, generasi muda ingin berusaha mencoba kemampuan dalam berorganisasi dan berkarya nyata melalui kegiatan yang dapat memberikan dampak positif.

- Mengajak generasi muda untuk membiasakan diri menyumbang pikiran-pikiran yang konstruktif dan inovatif.

- Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

NAMA KEGIATAN

Donor Darah dan Bakti Sosial MAPALA STT-Garut Peduli.

TEMA KEGIATAN

Kita Tingkatkan Eksistensi Generasi Muda Di Tengah-tengah Masyarakat

KELOMPOK SASARAN

Sasaran utama kegiatan ini adalah kalangan intlektual, pelajar, mahasiswa, generasi muda dan masyarakat umum. Disamping itu, kami juga mengundang Anggota dari Pecinta Alam yang ada di Kab. Garut.

WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Kegiatan Donor Darah dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 7 Juni 2008 yang bertempat di Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Garut dan untuk kegiatan Bakti Sosial dilaksanakan pada hari Senin tanggal 9 Juni 2008 yang bertempat di Panti Asuhan Anak Yayasan Sosial PASI Garut Ibu Aledja Anggatraradja dan Panti Asuhan Anak Yayasan Sosial Ittihadul Ummat.

PENUTUP

Demikan laporan kegiatan ini kami buat sebagai bentuk pertanggungjawaban panitia kegiatan ini dan semoga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak-pihak yang akan bekerjasama dengan kami.

Semoga laporan ini bermanfaat untuk pihak-pihak yang memanfaatkannya dan kami mohon maaf apabila laporan ini ada kesalahan-kesalahan yang mungkin bisa menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan yang sama pada masa yang akan datang.